Mengupas buku " the 7 Habits of highly effective people" #2 : Kebesaran primer dan kebesaran sekunder



<<<<sebelumnya

Kebesaran primer dan kebesaran sekunder Setelah kita membahas sebelumnya tentang literatur keberhasilan yang di ambil dari literatur masa lalu, baik dari masa 200 tahun sebelum perang dunia 1 atau setelahnya kita menemukan bahwa literatur yang di terapkan baik menggunakan etika kepribadian maupun yang menggunakan etika karakter merupakan literatur yang tidak efektif (literatur=cara).

 Lalu kita perlu memahami lebih dalam apa yang sayah sampai menemukan ilham atau istilah yang di pakai oleh steven "aha" yang berarti memahami/melihat pokok permasalahan /sesuatu dengan jelas.Ternyata letaknya berada pada hubungan jangka panjang yang sejati , bukan pada hubungan pura-pura atas nama profesionalitas atau apapun itu,di sini steven menyebutnya dengan istilah kebesaran primer dan kebesaran sekunder. Disini bukan berarti menganggap bahwa pertumbuhan kepribadian,ketrampilan berkomunikasi,pendidikan strategi,pengaruh dan sikap mental positif itu tidak menguntungkan(etika kepribadian dan etika karakter) tapi ciri-ciri itu adalah di sebut "kebesaran sekunder",itu lebih menjadi "sarana"bukan di jadikan dasar sebenarnya.

 "Menuai tanpa menabur"barangkali itulah yang cocok untuk mewakili kebesaran sekunder,ciri-ciri kebesaran sekunder.sedangkan untuk kebesaran primer itu lebih ke "kebutuhan menabur" untuk menuai di jangka panjang nanti.Segala sesuatunya harus seimbang untuk hasil yang baik.kebesaran sekunder adalah tata bangunanya,kebesaran primer adalah fondasi bangunanya.Kebesaran sekunder adalah menuai, kebesaran primer adalah menabur. Namun di lihat dari sudut keadilan siapakah yang berhak menuai adalah yang menabur.Maka dari itu kebesaran sekunder di katakan tidak efektif karena jangka pendek,berpura-pura ,di bibir saja dan manipulatif.Sedangkan kebesaran primer bersifat seterusnya dan jangka panjang,asli ,efektif.

selanjutnya>>>

0 comments: